Minggu, 29 Mei 2016

Home Security Monitoring berbasis IoT untuk Perumahan dengan pembayaran keamanan terintegrasi



Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat lepas dari pemenuhan kebutuhan hidup untuk bersosialisasi dan rekreasi. Hal ini menyebabkan kebutuhan untuk meninggalkan rumah baik untuk bekerja, bersekolah, maupun berwisata bersama keluarga merupakan kebutuhan yang sangat dibutuhkan. Untuk memenuhi kebutuhan berkegiatan di luar rumah, maka tidak jarang rumah harus ditinggalkan oleh seluruh penghuninya pada jangka waktu tertentu. Hal ini tentunya menimbulkan masalah tersendiri bagi pemilik rumah untuk dapat melakukan pengawasan rumahnya secara realtime.
Masalah pencurian pada rumah penduduk merupakan salah satu kejahatan yang sering terjadi. Pencurian biasanya terjadi pada rumah yang sedang ditinggal pergi oleh penghuninya. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode 2011 hingga 2013, kejahatan masih di dominasi jenis kejahatan pencurian [1]. Tak jarang, rumah yang terletak di area perumahan yang memiliki pengamanan terpusat oleh pihak perumahan juga menjadi korban kasus pencurian tersebut. Ini terjadi karena susahnya melakukan pengawasan pada rumah-rumah yang berjumlah banyak, luasnya area perumahan, serta tenaga pengamanan yang sedikit. 
Solusi keamanan tambahan berupa pemasangan CCTV yang sedang marak digunakan membutuhkan biaya yang cukup besar terutama biaya untuk media penyimpanan video rekaman setiap saatnya. Selain itu, pemantauan CCTV saat ini masih dilakukan secara manual, sehingga satpam harus melihat seluruh layar untuk pengawasan yang dilakukan. Bahkan biasanya CCTV hanya dapat digunakan sebagai barang bukti bila terjadi insiden, sedangkan pelaku pencurian kadang tidak dapat diketahui karena penyamaran yang dilakukan oleh pencuri sehingga pihak keamanan tidak dapat menelusuri siapa pelaku pencurian tersebut.
Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah solusi yang dapat digunakan oleh satpam untuk mengawasi seluruh perumahan di kompleknya dan digunakan oleh pemilik rumah agar dapat memantau kondisi rumahnya apakah sedang dibobol atau tidak secara realtime. Untuk membuat perangkat ini semurah mungkin, maka hanya akan digunakan peralatan sederhana. Berikut perancangan alatnya:
1. Raspberry Pi
2. Sensor Ultrasonic
3. Modul Kamera
4. Modul Ethernet
5. Web dan Database Server untuk satpam

Alur kerjanya sebagai berikut. Sensor ultrasonic akan melakukan pengukuran jarak pintu dengan sensor. Bila jarak pintu dengan sensor berubah, berarti pintu rumah telah terbuka. Dengan perubahan nilai sensor jarak ini, maka raspberry pi akan mengaktifkan modul kamera untuk memfoto TKP. Foto ini berfungsi agar kita dapat melihat langsung siapa yang sedang membuka pintu rumah kita. Foto yang dihasilkan ini akan dikirimkan ke pemilik rumah bisa melalui apps android ataupun email pribadi pemilik rumah. Foto tersebut juga akan dikirimkan ke database server, sehingga data terbaru akan dapat dilihat oleh satpam pada web server. Dengan adanya foto pada saat adanya indikasi insiden saja, satpam hanya perlu melakukan pengecekan ke TKP bila ada peringatan yang muncul dari web pengawasan. Hal ini tentunya mempermudah satpam dalam melakukan pengawasan secara realtime dari seluruh rumah yang ada di komplek pengawasanya.

Solusi IoT ini dapat diintegrasikan dengan pembayaran jasa keamanan bulanan di komplek perumahan misalnya dengan memanfaatkan API dari DOKU. Pembayaran yang terintegrasi ini dapat mengingatkan pemilik rumah apakah sudah melakukan pembayaran biaya keamanan bulanan dan juga mempermudah pembayaran jasa keamanan perumahan sehingga tidak perlu lagi melakukan pembayaran secara tunai tiap bulanya.

Berikut diagram alit ilustrasi dari perancangan alat Home Monitoring ini.


 #Indonesia IoT Developer Day
Referensi:

[1]      ___. “Statistik Kriminal”. Badan Pusat Statistik. 2014.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Tutorial Cari Uang di Internet